SEKILAS INFO
06-12-2021
  • Selamat Datan di Website Sekolah Tinggi Agama Islam DDI SIDRAP
25
Mei 2020

MENANTI KEBAHAGIAAN DIMASA PANDEMIK COVID-19

Oleh: Mansur

Salah satu kebahagiaan yang dinanti-nanti umat Islam setelah melaksanakan kewajiban puasa, salat sunat tarwih, membaca al-Qur’an, berzikir dibulan ke 9 Zulhijjah adalah salat Id Fitri yang juga lazim disebut berlebaran yang sebelumnya diwajibkan mengeluarkan zakat fitrah. Hari Raya Id Fitri sebagai hari raya ke dua setelah Id Adha. Perintah yang memerintahkan untuk melaksanakan shalat Id terdapat dalam al-Qur’an surat al-Kautsar (QS:108:2).

فصل لربك وانحر

Terjemahnya: Maka laksanakan shalat karena Tuhan-mu dan berkurbanlah

Shalat sebagaimana ayat di atas oleh ulama menyebutnya sebagai dasar pelaksanaan shalat Id baik fitri maupun Adha.

Dalam beberapa hadits nabi mempertegas pelaksanaan shalat Id Fitri dan Adha dalam haditsnya dari Aisyah Rasulullah bersabda:

عَنْ عَائِشَةَ ، قَالَتْ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” الْفِطْرُ يَوْمَ يُفْطِرُ النَّاسُ، وَالْأَضْحَى يَوْمَ يُضَحِّي النَّاسُ ”

Artinya: Yang disebut “Fitri” itu adalah hari raya berbukanya (selesainya) orang-orang berpuasa (bulan Ramadhan), dan hari “Adha” ialah orang-orang yang berkurban (mendekatkan diri kepada Allah). (R.Tirmizi).

Pelaksanaan shalat dua hari raya Id dilaksanakan di tempat terbuka, dan di Masjid sesuai yang disabdakan oleh Nabi Muhammad dalam haditsnya:

عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْ : أَمَرَنَا – تَعْنِي النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – أَنْ نُخْرِجَ فِي الْعِيدَيْنِ الْعَوَاتِقَ، وَذَوَاتِ الْخُدُورِ، وَأَمَرَ الْحُيَّضَ أَنْ يَعْتَزِلْنَ مُصَلَّى الْمُسْلِمِينَ.

: Nabi Saw memerintahkan kepada kami pada saat shalat Id agar mengeluarkan para gadis yang beranjak dewasa dan wanita yang dipingit, begitu juga wanita yang haid, namun Nabi memerintahkan wanita yang haid menjauh dari tempat shalat.

Hari raya Id Fitri tahun 1441 H., dipridiksi jatuh pada Sabtu-Ahad,23-24 Mei 2020 yang lazim disebut 1 Syawal 1441 H. Kaum muslimin di belahan dunia, khususnya di Indonesia hari raya ini sangat dinanti-nantikan, mereka yang berada di rantauan pulang ke kampung halaman, tanah kelahirannya menemui orang tua dan sanak keluarganya, bershadaqah kepada kerabatnya. Sedangkan mereka berada di kampung halaman menampakkan penyambutan hari raya Id Fitri dengan membeli pakaian baru, membuat makanan yang enak, bersilaturrahim antar tetangga, sanak saudara dan family. Bahkan tidak sedikit diantara mereka mengundang tetangga berkumpul doa selamatan Bersama sambal bermaaf-maafan.

عَنِ الْبَرَاءِ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ، إِلَّا غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا “.

Terjemahnya: Dua orang Muslim yang berjumpa kemudia saling berjabat tangan maka Allah mengampuninya sebelum ia berpisah.

 

Perintah untuk saling memaafkan atas segala dosa difirmankan Allah dalam Al-Qur’an surat Ali Imran (QS:3:159).

فاعف عنهم واصفح ان الله يحب المحسنين

 

Terjemahnya: Maafkanlah mereka dan lapangkan dada, sesungguhnya Allah senang kepada orang-orang yang berbuat kebajikan ( terhadap yang melakukan kesalahan ).

Merayakan hari Raya Id Fitri memiliki nilai tersendiri yang mendatangkan kebahagian setiap umat muslim (anak-anak, muda, tua) sehingga amat dinantikan oleh setiap umat muslim. Kebahagian yang dirasakan itu karena telah berhasil melewati tugas yang berat dan besar mengabdikan diri dan hartanya kepada Allah. Kebahagiaan itu tampak sejak di malam lebaran, semarak melaksanakan salat Id dan mengunjungi sanak saudara.

Lebaran kali ini (hari Raya Id Fitri) tampaknya tidak dapat dinikmati oleh kaum muslimin khususnya di Indonesia karena adanya wabah (pandemic) covid-19 yang belum meredah atau selesai. Sehingga pemerintah mengambil kebijakan dilakukan social distancing (jaga jarak), bahkan diberlakukan pembatasan berskala besar yang disebut PSBB, dilarang memfungsikan fasiltas umum termasuk rumah ibadah.

Akibat diberlakukan kebidjakan pemerintah tersebut tidak sedikit diantara kaum muslimin merasa tidak menikmati indahnya hari lebaran, mereka bersedih, bahkan diantara mereka ada gejolak dalam jiwanya karena tidak melaksanakan salat Id di lapangan, di Masjid, begitu pula tidak mengunjungi keluarga dan sanak saudaranya.

Diantara kaum muslimin bergejolak jiwanya dan bersedih merasa susah tidak menikmati hari lebaran (Id Fitri 1441 H). Karena itu memperteguh keyakinan kepada sang maha kuasa (Allah) atas kesedihan dan kesusahan yang dialami itu Allah memberikan peringatan dalam firmannya dalam surat al-Baqarah (QS:2:185).

يريد الله بكم اليسر ولا يريد بكم العسر

Terjemahnya: Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.

Dalam ajaran Islam khususnya yang berkaitan kaidah ushul atau hukum dinyatakan bahwa keterpaksaan dapat menghalalkan hal-hal yang haram. Ini dapat dipahami bahwa sesuatu yang fardhu, wajib dapat saja ditinggalkan jika ada hal-hal yang membuatnya terpaksa untuk ditinggalkan. Kaidah ushul atau hukum dalam Islam dinyataka:

الضرورات تبيح المحظورات

Artinya: Kemudharatan itu menghalakan larangan-larangan

Islam sebagai agama yang memperhatikan perlindungan diri dan jiwa umatnya sangat melarang untuk dilakukan, seperti halnya sekarang ini wabah pandemic covid-19 dipandang oleh medis mengancam jiwa jika berkumpul termasuk berkumpul dalam beribadah maka hal itu berlaku hukum darurat. Hal ini terjadi peristiwa Amr bin al-Ash Ketika hendak shalat tetapi mereka dalam keadaan junub, jika sekiranya dilakukan maka badannya mengalami kepayahan sebab cuaca sangat dingin, maka dibolehkan oleh Nabi untuk melakukan tayammum. Hal ini didasarkan pada firman Allah dalam al-Qur’an surat an-Nisa (QS: 4:29).

ولاتقتلوا انفسكم

Artinya: Janganlah kamu membunuh dirimu.

Karena itu kaum muslim yang menanti kebahagiaan dimasa wabah pandemic covid-19 sebaiknya dimaksimalkan pada lingkungan keluarga, menciptakan suasana kebahagiaan ditengah keterbatasan bersosial, dahulukan keselamatan kesehatan badan dan jiwa sebagai kebahagiaan yang sesungguhnya. Saat sekarang ini sangat diperlukan untuk mempertebal ketakwaan menuju kepada keridhaan Allah untuk menggapai kebahagiaan pada hari lebaran berikutnya 1442 H yang akan datang.

Sidenreng Rappang,     22 Mei 2020 M.                                                                                                                                                                                        29 Ramadhan 1441 H.

KAMPUS
Jalan Tugu Tani Majelling Watang
Kecamatan Maritengngae
Kabupaten Sidenreng Rappang
SULAWESI SELATAN ~ 91611

INFO KONTAK
0421-3580322
+62811 444 5238
www.staiddi-sidrap.ac.id
staiddisidrap@yahoo.co.id