SEKILAS INFO
06-12-2021
  • Selamat Datan di Website Sekolah Tinggi Agama Islam DDI SIDRAP
26
Mei 2020

B. KORONA SEBAGAI KONSPIRASI

Dalam bagian ini, penulis mencoba mengangkat beberapa pendekatan;
1. Pendekatan sebuah teori Rekayasa Sosial (Social engineering) adalah campur tangan gerakan ilmiah dari visi ideal tertentu yang ditujukan untuk mempengaruhi perubahan sosial.Rekaya sosial merupakan sebuah jalan mencapai sebuah perubahan sosial secara terencana.
Dalam sejarah, ada banyak teori mengenai sebab  musabab terjadinya perubahan sosial, ada yang berpendapat bahwa masyarakat berubah karna beberapa hal :
Pertama, Ideas; pandangan hidup (way of life), pandangan dunia (world view) dan nilai-nilai (values), seperti yang Max Weber ungkapkan bahwa betapa berpengaruhnya ide terhadap suatu masyarakat.
Kedua, Great individuals (tokoh-tokoh besar); perubahan sosial terjadi karena munculnya seorang tokoh atau pahlawan yang dapat menarik simpati dari para pengikutnya yang setia, kemudian bersama-sama dengan simpatisan itu, sanga pahlawan melancarkan gerakan untuk mengubah masyarakat (great individuals as historical forces).
Ketiga, Social Movement (gerakan sosial); sebuah gerakan sosial yang dipelopori oleh sebuah komunitas atau institusi semacam LSM/NGO, Ormas, OKP dan sebagainya.
Point ke tiga ini menunjukkan bahwa Rekayasa sosial bisa terjadi di sponsori oleh sebuah komunitas, dari berbagai situs menunjukkan bahwa ROCKFELLEER FOUNDATION adalah organisasi nirlaba dan yayasan pribadi yang berpusat di Kota New York, Amerika Serikat. Organisasi ini terkenal di penjuru dunia sebagai lembaga pemberi bantuan kemanusiaan dalam bentuk tidak langsung, seperti beasiswa, pembentukan lembaga penelitian, dan program eradikasi penyakit menular.
Rockfeller Foundationlah yang telah merancang virus ini sejak 10 tahun yang lalu, di mana orang-orang pakai masker, toko-toko tutup, ekonomi runtuh adalah persis yang terjadi sekarang
Sehingga kalau di tarik kasus korona ini dengan pendekatan Rekaya Sosial, maka korona ini merupakan sebagai musibah akibat Konspirasi.
Bahkan lebih kuat lagi dengan munculnya issu New Normal, ini semakin kuat bahwa korona ini adalah rekasaya sosial, karena kalau murni bencana musiba maka manusia tidak mesti lahir dengan nuansa volume yang berbeda, seperti kasus tsunami di Aceh itu murni musibah tanpa rekaya sosial, naah apakah masyarakat Aceh hidup New Normal setelah tsunami, tentu tidak, mereka kembali hidup seperti biasa, berbisnis seperti biasa dan sebagainya.

Sumber-sumber perubahan juga bisa disebabkan oleh; Kejahatan (crimes) yang biasanya berjenjang dari blue collar crimes sampai white collar crimes,
Syekh Yusri seorang Ulama besar Mesir dan juga seorang dokter kesehatan Ahli pernah mengatakan dalam sebuah khutbahnya bahwa: Korona ini adalah perbuatan manusia, namun kita tidak tau siapa yang melakukannya, namun pasti Allah lebih mengetahuinya.
Kalau menurut protab syekh Yusri tidak mesti pakai handzenitezer, cukup cuci tangan dengan sabun biasa saja, karena menurutnya hanzenitezer bisa membunuh bakteri baik juga yang di mana bakteri baik itu di perlukan untuk tubuh manusia juga, namun yang terjadi di negara Indonesia, ramai-ramai membagikan hanzenitezer, yang tentunya itu banyak menyedot dari anggaran negara padahal yang di butuhkan masyarakat hanya makanan, dan APD untuk tenaga medis yang justru kekurangan.
Dan hebatnya lagi Arab Saudi merupakan negara Islam menjadi Negara selanjutnya yang terserang virus covid ini, sebelum negara Islam lainnya, karena hemat saya ini adalah langkah tepat untuk sebuah misi untuk melancarakan rencana, karena negara Saudi ada Madina dan Mekka di sana yang merupakan kiblat ummat Islam, dengan di serangnya itu maka ummat Islam dunia akan muda di kondisikan apalagi dengan tutupnya masjid Haram dan masjid Nabawi, ini bisa menjadi referensi kuat untuk menutup masjid-masjid yang lain, dan sehingga dengan pendekatan ini maka pelaksanaan haji tahun 1441 H, sulit untuk terlaksana karena bisa jadi negara Saudi tersandera oleh upaya Reyakasa sosial

2. Pendekatan sifat Allah yang Rahman dan Rahim
Allah sangat sayang dan kasihi hambanya, intinya Allah sangat baik terhadap Hambanya, sehingga kita sebagai muslim meyakini bahwa tidak ada lagi azab yang bekepanjangan pada ummat Rasulullah SWA seperti azab yang Allah timpahkan kepada ummat terdahulu.
Berikut penjelasan hadist Nabi yang dalam pengertiannya mengakatan bahwa janganlah kalian masuk dalam sebuah daerah yang terserang wabah, dan apabila kamu di dalam daerah yang ada wabah itu, maka janganlah kamu keluar dari daerah itu. Permasalahannya wabah ini bukan lagi suatu daerah saja akan tetapi semua ada di belahan dunia, kenapa bisa tiba-tiba terjadi seluruh belahan dunia, begitu bencikah Allah terhadap hamba-hambanya.
Kalau berdasarkan tolak ukur ini, maka korona ini adalah sebuah virus wabah konspirasi.
Kita masih ingat dulu, sebelum di informasikan oleh president RI bahwa bebas korona, namun beberapa hari kemudian muncul lagi pernyataan presiden bahwa sudah ada dua orang positif yang terkena di Indonesia.
Namun pernyataan itu di bantah beberapa ilmuan eropa yang tidak percaya bahwa hanya dua orang yang positif di Indonesia, kalau pakai pendekatan ilmu Mantik sebagai logika berpikirnya bahwa seakan-akan virus itu di tembakkan banyak di Indonesia tapi kenapa hanya bilangnya dua orang yang kena.
Benarkah Negara akan di embargo dunia apabila tidak mengakui bahwa tidak ada korona di negaranya? Inilah kembali lagi ke Rekaya Sosial.

Kalau korona ini adalah konspirasi dunia tertentu untuk sebuah perdagangan alat kesehatan, obat-obatan dan pinjaman-pinjaman negara-negara yang terkena dampak ke IMB, maka di mana Rahim dan Rahman Allah?.
Bagi Allah SWT semua hambanya akan di berikan Rezeki apakah itu Muslim, non Muslim, orang baik, orang jahat, dengan cara baik atau pun dengan cara tidak baik, demikian Allah jelaskan dalam firmannya surah al-baqarah ayat 126;
…..وارزق اهله من الثمرات من امن منهم با لله واليوم الاخر قال ومن كفر فامتعه قليلا ثم اضطره الى عذاب النار وبئس المصير
Artinya;
Nabi Ibrahim berdoa; bahwa ya Allah berikanlah rezeki penduduk Mekka (saat itu) kepada orang-orang yang beriman kepadaMu, kepada hari kemudian, Namu Allah mengatakan bahkan orang yang kufur pun, Allah akan berikan rezeki akan tetapi hanya di nimatiknya sebentar saja, dan pada saar di ahirat akan di masukkan ke dalam neraka, yang sejelek-jelek tempat kembali.

Hemat penulis bahwa sekarang musim covid ini, kita sudah masuk fase ke empat; 1. Fase di kagetkan dengan adanya wabah (fase ini di sibukkan dengan membuat kebijakan-kebijakan), 2. Fase penangan wabah (di fase ini para medis di puji dan di puji sebagai pahlawan garda terdepan). 3. Dampak ekonomi akibat wabah (fase ini Rakyat mulai terpikirkan untuk mengucurkan anggaran). 4. Kepentingan oknum tertentu.
Di masa ke empat ini hampir selalu muncul di setiap ada bencana, sehingga setelah bencana biasa muncul berita-berita penyelewengan anggaran dan sebagainya. Di fase ke empat ini biasanya muncullah pencilat-pencilat anggaran yang di kucurkan negara kepada Rakyatnya, sehingga jangan heran di saat ada kritikan kepada penguasa maka muncullah pembela-pembelanya yang walaupun itu jelas-jelas tidak sesuai hati nuraninya juga, tapi terkadang juga bermunculan kritik-kritik hanya untuk mendapatkan bagian dari anggaran yang di keluarkan di fase ketiga, semoga fase ke empat ini tidak terjadi lagi di musim pandemik korona ini.
Dan di fase ke empat ini pun ada cela alat repit test itu bisa di manfaatkan oknum untuk alat periksa kelompok tertentu yang mungkin tidak pro terhadap aturan penguasa, dan kemudian di nyatakn positif supaya tadinya kontrak bisa berubah menjadi pro, dan berikut bisa dapatkan di anggaran pada fase sebelumnya. Namun terlepas kita tetap memohon perlindungan kepada Allah semoga itu semua tidak terjadi dengan izin Allah.

Sebagai Hamba Allah yang muslim kita selalu di ajarkan dan di tuntun tidak pernah putus asa dengan nikmat Allah, maka musim pandemi ini akan selalu ada harapan yang luar biasa setelah terjadi sebuah masalah, musibah apakah musibah itu murni tanpa konspirasi ataukah musibah dengan konspìrasi, sehingga belajar dari Rasul waktu di gou tsur, waktu itu Nabi terkepung di dalam goa selama kurang lebih tiga hari tiga malam, maka saat itu Rasul dengan santainya sementara Abu Bakar sudah sangat takut dan khawatir, sehingga saat ini tindakan Rasul saat itu bisa menjadi pelajaran kepada ummat khsusunya ummat Islam, di mana Rasul saat itu hanya mengahrapkan hubungan vertikalnya saja karena hubungan horizontal sudah tidak ada harapan saat itu. Dan kepada hamba Allah yang khususnya yang ada di Indonesia semoga di jauhkan dari konspirasi kepentingan.

Hamba Allah
BUNYAMIN M YAPID

KAMPUS
Jalan Tugu Tani Majelling Watang
Kecamatan Maritengngae
Kabupaten Sidenreng Rappang
SULAWESI SELATAN ~ 91611

INFO KONTAK
0421-3580322
+62811 444 5238
www.staiddi-sidrap.ac.id
staiddisidrap@yahoo.co.id