SEKILAS INFO
26-02-2021
  • Selamat Datan di Website Sekolah Tinggi Agama Islam DDI SIDRAP
22
Jun 2020

DAMPAK COVID 19 TERHADAP PEREKONOMIAN DAN SOLUSI PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM

Oleh: Mansur

I. Pendahuluan

Covid  adalah coronavirus sejenis penyakit  Mers, Sars, yang bersumber dari hewan yang dapat menyebar kepada manusia, penyakit ini digolongkan oleh WHO sebagai Pandemik (wabah) begitu cepat menular. Penyakit ini awalnya di Wuhan Hongkong pada bulan Februari 2020 dan dapat menyebar  begitu cepat dalam kurung waktu Maret 2020 antar negara, bahkan antar benua hingga Mei 2020.

Coronavirus (Covid-19) dibuat panik para pemimpin negara dan bahkan dunia, sebab penyakit ini dengan cepat dapat menyerang dan membunuh manusia. Pernah dicatat bahwa manusia yang meninggal dunia selama terjadi pandemic  coronavirus 5,41 juta jiwa dan yang tertinggi Amerika Serikat, Britania Raya, Argentina, Spanyol, Brasil. Di Indonesia diapdate tertanggal 25 Mei 2020 sebanyak 22.642 kasus, meninggal 1.391 orang dan 5.642 yang sembuh.

Penyebaran yang cepat dan mematikan itu membuat pemimpin dunia panik, dikatakan demikian karena strategi mengatasi penyakit itu dipandang gagal, sehingga tidak sedikit negara melakukan lockdown (karantina wilayah),  di Indonesia disebut Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Selain karantina wilayah dan PSBB dilakukan penelitian untuk menciptakan obat untuk mengobati orang-orang yang terkena coronavirus tersebut.

Pemberlakukan lockdown dan PSBB berdampak terhadap perekonomian global seperti menurunnya nilai tukar uang, reproduksi perusahaan menurun, terjadi PHK. Hal berdampak terjadinya pengangguran yang berujung pada kefakiran.

  1. Bagaimana dampak perekonomian pandemic coronavirus
  2. Bagaiman solusi dalam mengatasi dapak ekonomi masa coronavirus persepketif pendidikan Islam

II. PEMBAHASAN

Berdasarkan pokok-pokok pikiran di atas dapat dipastikan bahwa coronavirus berdampak negative terhadap kehidupan manusia, setidaknya dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu dampak social politik, dampak Kesehatan, social ekonomi dan dampak religius. Dampak social politik yaitu ketidakstabilan pemerintahan suatu negara dengan persepsi masyakat bahwa pemerintahan tidak mampu mengendalikan laju pandemic coronavirus. Dampak Kesehatan adalah banyaknya penduduk yang sakit dan bahkan meninggal dunia. Dampak ekonomi dibatasinya ekspor infor, kurangnya produksi perusahaan yang bersampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Dampak religious dibatasinya pemeluk agama untuk beribadah dirumah ibadah dalam jumlah yang banyak.

Pandemik coronavirus (covid-19) yang dapat dirasakan secara langsung dirasakan masyarakat adalah dampak ekonomi, yaitu menurunnya produksi industry atau perusahaan, terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK). Bagi mereka yang diputus hubungan kerjanya kehidupan keluarga semakin sempit yang mengakibatkan terjadinya kefakiran atau kemiskinan. Masyarakat yang lain turut merasakan dampak ekonomi covid 19 termasuk para petani atau pekebun yang didesanya diberlakukan pembatasan sosoal berskala besar (PSBB), mereka tidak menggarap dan mengerjakan sawah ladangnya sehingga mengalami penurunan penghasilan. Petani yang dikenakan PSBB tersebut mengalami nasib yang sama dengan para pekerja yang PHK di indusri.

Dampak ekonomi covid 19 dapat merembek kedampak yang lain, seperti dampak religious seperti tidak merayakan hari raya Id Fitri bahkan yang lebih fatal adalah terjadinya konversi agama dikalangan mereka dan keluarganya. Hal ini telah diperingatkan oleh Nabi Muhammad Saw dalam sebuah haditsnya yang diriwayatkan oleh Anas ra., bahwa kefakiran (kemiskinan) dapat membawa seseorang kepada kekafiran. Lafaz hadits tersebut.

كاد الفكر ان يكون كفرا . . .

Artinya; Kefakiran akan mendekatkan kepada kekufuran. . .

Berdasarkan hadits di atas kefakiran (kemiskinan) menjadi salah satu penyebab penginkaran (ketidak percayaan) terhadap ajaran agama. Kefakiran akibat diputus hubungan kerja dilihat aspek psikologi merasa tertekan, depresi, stress berat sehinga nilai-nilai ajaran agama (keyakinan) yang dianutnya memudar hingga medustakan eksisteni Tuhan, bahkan dapat menyebabkan terjadinya konversi agama.

Mengatasi dampak  coronavirus yang besar seperti disebutkan di atas harus ada solusi dari berbagai kalangan mulai dari Lembaga non pemerintah hingga sampai kepada Lembaga pemerintah. Lembaga non pemerintah di Indonesia seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Sebab diketahui Lembaga ini Lembaga social yang memiliki sumber dana dari umat Islam (zakat mal, fitrah) yang dikumpul setiap tahun. Lembaga Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mempunyai tugas untuk memungut dan mendistribusikan infak sadaqah dan zakat yang terkumpul untuk disalurkan kepada yang berhak menerimanya. Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam firmannya QS: 6:60.

۞إِنَّمَا ٱلصَّدَقَٰتُ لِلۡفُقَرَآءِ وَٱلۡمَسَٰكِينِ وَٱلۡعَٰمِلِينَ عَلَيۡهَا وَٱلۡمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمۡ وَفِي ٱلرِّقَابِ وَٱلۡغَٰرِمِينَ وَفِي سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱبۡنِ ٱلسَّبِيلِۖ فَرِيضَةٗ مِّنَ ٱللَّهِۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٞ

 

 

Terjemahnya: Sesungguhnya zakat itu hanyalah diperuntukkan bagi orang-orang fakir, orang-orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (muallaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, (membebaskan) orang yang berutang, dan untuk jalan Allah, dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah, Allah maha mengetahui, maha bijaksana.

Penyaluran infak, sadaqah dan zakat dikenal dengan delapan aznaf (jenis atau kelompok) yang berhak menerima. Dalam ayat tersebut pertama disebutkan kepada fakir, selanjutnya miskin. Fakir dan miskin dapat dilihat dari dua aspek yaitu fakir, miskin material dan fakir miskin spiritual (religious). Menurut konteks agama, khususnya dalam kontek mistisme, makna dan kata keduanya sama pentingnya. Demikian makna kemiskinandi dalam spiritual, pemusnahan pengosongan jiwa yang merupakan karakter Nabi Muhammad demi penghadiran Tuhan.

Lembaga pemerintahan yang merupakan refresentasi negara hadir membantu kepada masyarakat  yang menjadi fakir dan miskin akibat pemutusan hubungan kerja (PHK), dan menurunnya produksi pertanian yang disebabkan diberlakukan PSBB. Kehadiran negara dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung, secara langsung memberikan biaya secara tunai, secara tidak langsung melalui kebijakan menunda pembayaran kredit, membuka kesempatan lapangan kerja baru.

Pembukaan lapangan kerja baru yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah tidak hanya pada membangun industry baru, tetapi memberikan kesempatan untuk memanfaatkan alam sekitar untuk dimanfaatkan bercocok tanam jangka pendek yang bernilai ekspor. Pemerintah wajib memberikan bekal keterampilan kepada yang di putus hubungan kerjanya menugaskan Kembali ke desa untuk mengolah alam yang subur untuk bercocok tanam jangka pendek. Pemanfaatan alam untuk kepentingan kelangsungan hidup manusia dijelaskan oleh Allah dalam firmannya QS: 2:29.

هُوَ ٱلَّذِي خَلَقَ لَكُم مَّا فِي ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعٗا . . .

Terjemahnya:Dialah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untukmu. . .

Berdasarkan firman Allah di atas secara tegas menunjuk bahwa alam (bumi) ini hanya diperuntukkan makhluk hidup yang hidup di atasnya, terutama kepada manusia. Peruntukan ala mini kepada manusia, agar manusia mengolahnya untuk didapatkan manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran manusia.

Tanah Indonesia termasuk tanah yang subur, dan disirami oleh hujan sehingga dapat ditanami berbagai jenis tanaman yang merupakan bagian dari rezki yang diberikan Allah kepada siapa yang dikehendaki. Gambaran tanah yang subur dan curah hujan yang baik dijelaskan Allah dalam firmannya QS: 2: 22.

ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُمُ ٱلۡأَرۡضَ فِرَٰشٗا وَٱلسَّمَآءَ بِنَآءٗ وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَأَخۡرَجَ بِهِۦ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ رِزۡقٗا لَّكُمۡۖ . . .

(Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu menghasilkanbuah-buahan sebagai rezki untukmu. . .

Pengolahan lahan (bumi) untuk kepentingan manusia sebagaimana dijelaskan di atas selain skill juga butuh modal usaha. Jika pada pekerja yang diputuskan hubungan kerjanya (PHK) membutuhkan modal kerja untuk membiayai pengolahan lahan, memberi peralatan yang dibutuhkan dan sebagaian untuk biaya hidup. Stimulasi perbankan baik bank pemerintah maupun non pemeritah perlu memberikan modal usaha yang tidak terbatas pada yang di PHK saja tetapi perlu diperluas kepada generasi muda yang ada di desa untuk aktif mengolah lahan yang ada dimanfaatkan untuk menanam tanaman jangka pendek seperti sayuran, tomat dan cabai.

Tanaman sayuran, tomat dan cabai menjadi tanaman ekspor keluar negeri selain konsumsi masyarakat Indonesia. Jika diperhatikan perkembangan dunia dimasa pandemic coronavirus yang berkepanjangan ini terutama negara yang melakukan lockdown, negara yang hasil pertanian dan perkebunannya sedikit pasti membutuhkan sayuran, tomat dan cabai. Negara terdekat di Indonesia yang diprediksi membutuhkan infor sayuran adalah Singapur. Sesuai data yang diperoleh bahwa masyarakat Singapura membutuhkan sayurun 400.000 ton pertahun, ini dapat dipahami bahwa setiap bulannya masyarakat Singapura membutuhkan sayuran berkisar 33,4 ton perbulan. Jika dibandingkan negara lainnya dibelahan dunia yang memiliki jumlah penduduk yang lebih besar, maka kebutuhan sayurnya akan lebih besar pula bila dibandingkan dengan Singapura.

Kehadiran pemerintah terutama Kementerian Perdagangan, pengusaha dan perbankan dibutuhkan kehadirannya untuk mengidukasi, memberikan pencerahan kepada masyarakat, khususnya yang terdampak coronavirus. Jenis edukasi, pendidikan dan pencerahan yang diberikan Kembali ke desa mengolah lahan yang tidak atau kurang produktif untuk ditingkatkan produktivitasnya dengan cara menanam tanaman jangka pendek seperti sayuran. Kelebihan tanaman sayuran selain umurnya pendek juga memiliki nilai ekspor.

III. Penutup

Perekonomian dimasa pendemik coronavirus mengalami kegoncangan, dan berdampak buruk pada perekonimian masyarakat pada umumnya, terutama yang diputuskan hubungan kerjanya (PHK). Pendidikan Islam melihat bahwa masyarakat yang terdampak coronavirus perlu diberikan edukasi, pendidikan, pelatihan dan dukungan kebijakan serta dana untuk memanfaatkan alam untuk bercocok tanam jangka pendek seperti sayuran.

Dalam perspektif pendidikan Islam bahwa masyarakat yang terdampak coronavirus perlu diberikan edukasi, pelatihan dan dana untuk mengatasi persoalan ekonomi keluarganya. Pendidikan Islam melihat bahwa masyarakat yang terdapak tersebut akan menjadi fakir jika tidak diberikan edukasi, tidak hanya itu berdampak psikologis hingga pada keyakinan agama yang diyakininya selama ini akan memudar dan hilang (konversi agama).

 

Sidrap 27 Mei 2020 M.

03 Syawal 1441 H.

KAMPUS
Jalan Tugu Tani Majelling Watang
Kecamatan Maritengngae
Kabupaten Sidenreng Rappang
SULAWESI SELATAN ~ 91611

INFO KONTAK
0421-3580322
+62811 444 5238
www.staidisidrap.ac.id
staiddisidrap@yahoo.co.id